Aturan Baru Transportasi di RI, Kapasitasnya Tak Lagi Dibatasi 50%

09/06/2020

Event - Promosi

3 menit

Aturan Baru Transportasi di RI, Kapasitasnya Tak Lagi Dibatasi 50%
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi baru saja meneken aturan baru terkait pengendalian transportasi di Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, baru saja merilis perubahan aturan tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang tertuang lewat PM No.41 Tahun 2020. 

Aturan ini menggantikan PM No.18 yang dirilis beberapa waktu lalu. Lewat aturan ini, baik kendaraan pribadi maupun penumpang kapasitas angkutnya disesuaikan dengan jumlah tempat duduk. 

Gantikan Aturan Transportasi yang Sebelumnya

Sebelumnya, pada pasal 11 PM No.18, baik kendaraan bermotor umum, maupun kendaraan bermotor perseorangan atau mobil pribadi paling banyak diizinkan mengangkut 50% dari jumlah kapasitas tempat duduk.

Bus Transjakarta

Operasional Bus Transjakarta ikuti masa transisi

Kemudian, aturan tersebut berubah. Tertuang dalam Pasal 11 ayat (a) dan (b), baik kendaraan umum seperti bus ataupun mobil pribadi hanya dibatasi jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk dan juga penerapan jaga jarak. 

Menjaga jarak di dalam bus

Penerapan physical distancing di dalam bus

>>> Kewajiban Pengendara Mobil Pribadi Selama Masa Transisi di Jakarta

Pasal ini juga menggantikan pasal 11 PM No.41 tahun 2020. P

"Pengendalian kegiatan transportasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) untuk transportasi darat meliputi:
a. Kendaraan bermotor umum berupa mobil penumpang dan mobil bus dilakukan pembatasan jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing);
b. Kendaraan bermotor perseorangan berupa mobil penumpang dilakukan pembatasan jumlah penumpang daru jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing," begitu bunyi pasalnya. 

Ada Sanksi Menanti untuk Pelanggar

Ojek online pun kini sudah kembali diizinkan untuk kembali mengangkut penumpang asalkan memenuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan. 

Ojek Online

Transportasi online yakni ojol diizinkan mengangkut penumpang lagi

>>> New Normal, Inikah Solusi Transportasi Umum Aman dari Virus Covid-19?

"Sepeda motor untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan untuk kepentingan pribadi, dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan sebagai berikut:
1. aktivitas lain yang diperbolehkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar;
2. melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah selesai digunakan:
3. menggunakan masker dan sarung tangan; dan 
4. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit," jelas Pasal 11 ayat (c). 

Pemerintah pun telah menyiapkan sanksi administratif buat yang melanggar. Tercantum dalam Pasal 18A, sanksi administratif yang akan diberikan berupa peringatan tertulis, pembekuan izin, pencabutan izin, dan/atau denda administratif. 

Pengenaan sanksi administratif ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

>>> Berita otomotif yang terbaru dan menarik selalu ada disini

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top