Seberapa Banyak Orang yang Jual Mobil Demi Bisa Dapat Uang Cash?

06/05/2020

Event - Promosi

3 menit

Share this post:
Kalangan menengah ke bawah disebut-sebut banyak yang jual mobil karena kesulitan perekonomian. Pedagang mobil bekas pun mengaku suplainya mengalami peningkatan.

Sama halnya dengan mobil baru, penjualan mobil bekas (mobkas) di tengah pandemi corona tengah seret. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh sejumlah wilayah disebut-sebut menjadi penyebab utama merosotnya penjualan mobil bekas bahkan hingga 70 persen. 

Sepinya penjualan mobil bekas berbanding terbalik dengan suplainya. President Director Mobil88 Halomoan Fischer menyebut suplai mobil bekas justru meningkat di tengah pandemi corona. 

Banyak yang 'Turun Kasta'

Penjualan mobil bekas menurun

Penjualan mobkas turun hingga 70%

>>> Orang Berduit Manfaatkan Momen Pandemi Corona untuk Beli Mobil Bekas

Disebutkan Fischer, di tengah kondisi perekonomian yang tak menentu masyarakat menengah ke bawah justru ramai-ramai menjual mobilnya demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari. 

"Orang butuh cash, apa sih yang dilakukan orang, ya jual aset. Salah satu aset yang paling gampang dijual ya mobil," jelas Fischer.  

"15 persen lah ya (yang mau menjual mobilnya). Jadi gini, bacanya 15% persen itu orang yang menawarkan mobilnya untuk dijual tapi transaksinya masih sedikit karena ketemu harga baru itu, jadi masih pikir-pikir," sambungnya. 

>>> Mau Beli Mercedes-Benz tapi Budget Cuma Rp 30 Jutaan? Ini Pilihannya

Tak semuanya lantas menjual mobil. Diakui Fischer ada beberapa konsumennya yang juga melakukan tukar mobil dengan harga yang lebih murah alias downgrade. Ia mencotohkan ada seseorang yang rela menjual mobil Innova miliknya untuk ditukar dengan mobil yang berada di bawah itu seperti Avanza ataupun Calya. 

Dengan begitu, meski mobil 'turun kasta' namun fungsinya masih sama dan konsumen ini malah memiliki uang lebih yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain. 

Para pedagang mobil bekas ini juga memiliki pakem tertentu dalam memilih mobil. Tidak semua mobil yang dijual diterima begitu saja. 

suplai mobil bekas

Suplai mobkas justru mengalami peningkatan karena banyak yang menjual mobilnya

LMPV Masih Laris di Tengah Pandemi Corona

>>> Virus Corona Bikin Mobil Bekas Sepi Peminat

"Kebanyakan pedagang beli mobil milih yang gampang dijual. Mobil-mobil umum lah, bukan mobil-mobil spesialis kaya mobil Eropa, mobil tua, kalau kita mobil umum lah yang fast moving. Cuma yang sekarang kita plototin, itu harganya" terang Fischer. 

Pun demikian dengan kondisi pasar mobil bekas. Mobil-mobil umum seperti Low MPV, juga LCGC masih menarik minat masyarakat di pasar mobil bekas.

"Range  Rp 100-150 jutaan atau bahkan dari Rp 80-150 juta rangenya itulah sekarang. Sama sih pada saat normal segitu juga sih nggak terlalu banyak perubahan," pungkas Fischer. 

>>> Jangan lewatkan kabar paling update seputar mobil baru di sini

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top