Panas! Perseteruan Paspampres vs Polisi di Pos Penyekatan PPKM Darurat

09/07/2021

Event - Promosi

3 menit

Share this post:
Panas! Perseteruan Paspampres vs Polisi di Pos Penyekatan PPKM Darurat
Perseteruan anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dan anggota kepolisian di salah satu pos penyekatan PPKM Darurat sempat ramai menghiasi media sosial.

Keributan ini terjadi di pos penyekatan PPKM Darurat di Daan Mogot, Jakarta Barat pada Rabu (7/7) saat salah satu anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dilarang melintas oleh petugas yang berjaga. Suasana sempat memanas karena ucapan salah satu oknum polisi.

Seperti kita ketahui, sejumlah ruas jalan di Jakarta disekat saat PPKM darurat demi membatasi mobilitas masyarakat dan menurunkan angka penularan COVID-19.

Viral di Media Sosial

Video rekaman kejadian ini pun langsung viral di masyarakat. Dalam video tersebut, sempat ada percakapan antara petugas dan anggota Paspampres yang bernama Praka Izroi Gajah.

Gambar Praka Izroi Gajah

Praka Izroi Gajah saat digiring oleh petugas yang berjaga di pos penyekatan Daan Mogot

Anggota paspampres tersebut pun digiring ke pos beramai-ramai oleh anggota polisi dan TNI yang berjaga. Ia sendiri sudah mengaku salah namun tetap dicecar.

>>> Ini Yang Unik Dari BMW 740Li Opulence Milik Nia Ramadhani

"Kalau kamu Paspampres, kenapa memang?" ujar salah seorang oknum polisi seperti dalam video yang beredar.

Kemudian sejumlah anggota TNI yang bertugas di penyekatan memeriksa Praka dan menanyakan kartu tanda anggota yang menunjukkan keanggotaan Praka sebagai Pasukan Pengaman Presiden.

Kejadian ini pun berbuntut panjang dengan perdebatan yang merebak di antara masyarakat yang telah menonton video tersebut. Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo akhirnya angkat bicara.

Kapolres Jakarta Barat Meminta Maaf

Kombes Ady Wibowo mengakui adanya keributan saat anggota Paspampres melintas di pos penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (7/7) kemarin. Ia pun telah menemui Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto untuk mengkalirifikasi kejadian tersebut.

>>> Harus Bepergian Saat PPKM Darurat? Begini Cara Unduh Sertifikat Vaksinasi

Gambar Kombes Ady Wibowo

Kombes Ady Wibowo mengklarifikasi kesalahan petugasnya

"Saya sudah menghadap Danpaspampres, sudah konsolidasi dengan beliau, beliau sudah sangat welcome, enggak ada masalah kok. Intinya sudah clear semua," ujar Ady.

Ady juga menyampaikan permintaan maaf kepada Danpaspampres atas kejadian tersebut.

Danpaspampres Angkat Bicara

Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto menyebutkan adanya beberapa faktor yang menimbulkan masalah di lapangan saat penyekatan PPKM darurat. Salah satunya adalah petugas di lapangan yang belum sepenunnya paham akan aturan yang ditetapkan.

Gambar Danpaspampres

Danpaspampres angkat bicara

"Aturan PPKM Darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, non-esensial, kritikal," ungkap Mayjen Agus kepada wartawan, Kamis (8/7).

Ia mengutip Instruksi Mendagi Nomor 15 Tahun 2021 bahwa pekerja di bidang esensial dan kritikal boleh melewati penyekatan PPKM Darurat. Ketidakpahaman petugas yang berjaga akhirnya menyebabkan miskomunikasi di lapangan.

"Apabila aturan tidak dipahami petugas, akan terjadi miskomunikasi antara warga yang bekerja di sektor yang ditentukan dan petugas PPKM. Sehingga harus ada sosialisasi instruksi tersebut," paparnya.

Polres Metro Jakarta Barat pun sempat didatangi sekelompok anggota Paspampres yang sempat viral di media sosial. Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto membenarkan hal tersebut.

>>> Warga Jakarta Cuek PPKM Darurat! Hasilnya Kemacetan di Mana-Mana

Gambar Praka Izroi

Kejadian ini adalah buntut ketidakpahaman petugas terhadap peraturan PPKM Darurat

Mereka mempermasalahkan ucapan salah satu oknum polisi ketika menyetop rekannya di penyekatan PPKM darurat. Oknum itu mengucapkan 'kalau kamu Paspampres memang kenapa?'.

"Anggota saya yang datang ke Polres ingin meyakinkan apakah oknum yang bicara di video 'kalau kamu Paspampres memang kenapa?' sudah diberi peringatan oleh atasannya," kata Mayjen Agus.

Saat ini, kedua pihak mengaku sudah melakukan konsolidasi dan berharap kejadian ini tidak terulang di kemudian hari.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com. Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas
 
back to top