Orang Indonesia Belum Terbiasa dengan Motor Listrik

09/02/2021

Event - Promosi

4 menit

Orang Indonesia Belum Terbiasa dengan Motor Listrik
Orang Indonesia rupanya masih belum terbiasa juga dengan motor listrik. Hal itu disebut membuat penerimaan motor listrik di Tanah Air masih belum baik.

Indonesia termasuk salah satu negara yang sudah mulai melakukan peralihan ke kendaraan listrik. Pemerintah juga telah merilis sederet aturan agar masyarakat mau beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut sebagai alat transportasi sehari-hari. 

Para produsennya pun demikian. Ada insentif yang diberikan agar harga mobil atau motor listrik bisa lebih terjangkau saat dijual di Tanah Air. Nyatanya, meski mendapat insentif harga kendaraan listrik masih kurang ramah di kantong sebagian besar masyarakat Indonesia.

Honda PCX listrik

Honda PCX Electric masih digunakan kalangan terbatas

>>> Tampilan Honda Forza 250 Makin Mewah, Kini Dibanderol Rp 83,81 Juta

Harga Motor Listrik Ikut Jadi Pertimbangan

Untuk mobil listrik misalnya, banderolan harganya mulai Rp 600 jutaan. Sedangkan rata-rata masyarakat Indonesia membeli mobil dengan kisaran harga Rp 300 jutaan. 

Motor bertenaga listrik pun demikian. Kalau dibandingkan motor mesin konvesional harganya lebih mahal. Bahkan seperti Honda PCX Electric harganya disebut-sebut setara dengan mobil baru.

Permasalahan lainnya adalah konsumen Indonesia disebut masih asing dengan motor listrik. Ini menjadi salah satu hambatan tersendiri tentunya bagi para produsen. Meski teknologi dan produknya sudah dimiliki namun penerimaannya masih kurang baik. 

"Customer masih terbatas belum semua customer terbiasa, untuk motor listrik dan jarak itu kurang lebih 50% lah dari combustion engine. Konsumen Indonesia masih cari speed yang tinggi dan jarak yang cukup tinggi jadi masih skema B2B (business to business) bukan B2C (business to customer)," ungkap Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya belum lama ini. 

Sekadar informasi, Honda telah meluncurkan motor bertenaga listrik PCX Electric pada tahun 2019. Motor bertenaga listrik Honda ini mengusung baterai berukuran 50,4 Volt. Dengan baterai tersebut, Honda PCX Electric bisa digunakan sampai 69 kilometer. Namun itu bila kedua baterai masih terisi penuh dan kecepatan motor dijaga.

Hal tersebut berdasarkan hasil pengujian pabrikan yang menyebut bahwa dalam kecepatan konstan yakni 40 km/jam, PCX listrik bisa menempuh jarak hingga 69 km. Ini tentu berbeda dengan motor-motor bermesin konvensional berkapasitas besar yang bahkan bisa melebihi 100 km/jam.

Honda PCX listrik

PCX Electric dibekali dua baterai

Kendaraan roda dua di Indonesia juga cukup identik untuk digunakan touring. Maka dari itu jarak tempuh juga menjadi salah satu konsen tersendiri. Dengan menggunakan motor bermesin konvesional, tentu jarak tempuh bisa lebih jauh asalkan bensin terisi penuh. Sementara bila motor bertenaga listrik digunakan untuk kegiatan touring, belum didukung oleh infrastruktur pengisian baterai. 

>>> Sudah Ada 685.000 Honda PCX Mengaspal di Indonesia Sejak 2010

Digunakan Kalangan Terbatas

Honda memang diketahui telah meluncurkan motor listrik lewat model PCX. Tapi Honda PCX listrik itu digunakan untuk kalangan terbatas seperti armada ojek online berkat kolaborasi Astra dengan Gojek. Kemudian motor listrik perdana Honda di Indonesia juga disewakan ke sejumlah perusahaan sebagai kendaraan operasional. 

Selain sebagai media pengenalan motor bertenaga listrik, langkah ini ditempuh Honda sebagai studi akan kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia. 

"Kami sudah launching sejak 2019 melakukan skema B2B beberapa perusahaan maupun ojek online secara hasil studi masih proses, kami pengin dapat dari konsumen terutama pemakai kemudian juga kebutuhan di luar motor seperti infrastukturnya kita lagi pelajari ke depannya," tegas Thomas.

>>> Badan Pegal Mengganggu Perjalanan, Lakukan 4 Peregangan Ini!

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top