Nostalgia Dan Sejarah Fuji Speedway

09/09/2023

Event - Promosi

5 menit

Share this post:
Nostalgia Dan Sejarah Fuji Speedway
Seiring dengan ronde Fuji 6 Jam kejuaraan FIA WEC, berikut pengalaman mengunjungi sirkuit dan sejarah Fuji International Speedway…

Setelah vakum 3 bulan lamanya, akhirnya kejuaraan FIA World Endurance Championship mengakhiri libur panjangnya dan akan kembali diselenggarakan akhir pekan ini (11/9) di Fuji Speedway. Dan setelah dipermalukan di kandangnya sendiri pada ronde Monza 6 Hours Juli silam, sudah bisa dipastikan tim Ferrari AF Corse akan mencoba membalas kekalahannya. Membalas dengan mencoba mengalahkan Toyota Gazoo Racing di kandangnya sendiri. 

poster Fuji 6 Jam 2023
Poster balap Fuji 6 Jam 2023 

Mendengar Fuji Speedway, saya pun jadi terkenang momen ketika berkesempatan mengunjungi sirkut legendaris itu sebanyak dua kali pada 2014 dan 2015. Pertama di tahun 2014 atas undangan APM Nissan waktu itu PT Nissan Motor Indonesia dalam rangka Nismo Festival. Serta berikutnya tahun 2015 atas undangan Toyota Indonesia sebagai bagian dari rangkaian acara kunjungan Tokyo Motor Show. 

Nostalgia Mengunjungi Fuji Speedway

Pada kunjungan 2014, saya berada di Fuji Speedway selama dua hari. Di hari pertama, mengunjungi acara Nismo Festival itu sendiri. Sementara di hari kedua rombongan diajak mencoba sejumlah lini produk Nismo, mulai dari Juke Nismo, Fairlady Z Nismo dan yang paling asyik, Nissan GT-R Nismo! Nismo Festival sendiri merupakan acara tahunan Nissan yang pantas disebut sebagai “naik hajinya” para petrolhead sejati. Masih terkenang rasanya melihat deretan sports car Nissan antre memasuki sirkuit. Silvia, Z dan tentunya Skyline GT-R dalam berbagai generasi. Sebuah pemandangan yang bisa membuat petrolhead terkesima. 

Nismo Festival
Suasana Nismo Festival (2014)

Nismo Festival pertama kali diadakan tahun 1997. Pada acara ini Nissan menampilkan hampir seluruh mobil balap yang pernah diturunkan di arena balap seluruh dunia. Mulai dari touring cars, prototipe Group C, grand touring GT1 dan GT3, Le Mans Prototype (LMP) serta jawara-jawara Super GT dan JGTC. Tak hanya penggemar Nissan, pecinta otomotif merek apapun dijamin akan betah berlama-lama di acara ini. Ingin berburu replika mobil? Tersedia banyak lapak penjual die-cast yang siap menguras kantung Anda. Sepatu mengemudi dan merchandise balap pun ada.

Pada sesi Nismo Drive di hari kedua, saya merasakan sendiri bagaimana cuaca Fuji Speedway nan legendaris. Turun hujan, meski tidak deras. Mengingatkan saya padakejadian Japan GP 1976, maupun 1000 Km of Fuji 1985. Jujur, kondisi trek memang sedikit menciutkan nyali. Dengan trek sebasah ini, tidak sulit membuat GT-R kehilangan kendali.

>>> Dapatkan pilihan mobil baru dan bekas berkualitas lainnya di sini

Fuji 2014

Apalagi, Fuji memiliki jalur lurus terpanjang di dunia (1,5 km). Terlambat mengerem, bersiaplah mengalami kejadian tidak diinginkan. Setiap peserta test drive diwajibkan untuk selalu berada di belakang safety car. Saya nyaris tidak bisa melihat apapun selain cahaya lampu belakang safety car saat melaju 200 km/jam di lintasan lurus Fuji. Salut untuk James Hunt, apalagi Mario Andretti yang memenangkan GP Jepang 1976.

Pada kunjungan kedua di 2015, sesi test drive dilakukan di short course. Bukan sirkuit utama. Tidak hujan, meski hawa dingin akhir tahun pegunungan lumayan menusuk. Mobil kami coba adalah Toyota Mirai, Toyota Prius dan Toyota Crown bermesin 2000cc. Sungguh disayangkan. Pada lokasi sama pernah mengetes Nissan Juke Nismo RS,  kami tidak diizinkan mengeksplorasi performa Mirai. Kondisi pengetesan yang lebih mirip konvoi membuat saya tidak leluasa mengembangkan kecepatan dan mencoba Mirai dengan lebih intim.

Fuji Speedway 2014
Menguji coba Toyota Mirai gen-1 di Fuji Speedway short course (2015)

Oh ya, saya juga mengemudikan Toyota i-Road beroda tiga pada kesempatan tersebut. Jalur test drive adalah lapangan parkir parkir diberi kun sebagai penanda. Saya hanya diizinkan memutari ‘trek’ dua kali. Sekilas i-Road, ini adalah visi kendaraan Toyota untuk perkotaan. Konsep dasarnya sederhana, bagaimana mengawinkan kelincahan dan kepraktisan sepeda motor dengan kenyamanan dan keselamatan mobil kompak. Hasilnya, sosok yang bisa dideskripsikan sebagai “motor beroda tiga dan memiliki atap”.

>>> Fan Festa Motor Manjakan Mata dan Telinga Pecinta Mobil di Seluruh Dunia

Sejarah Fuji Speedway 

Terletak di kaki Gunung Fuji, Jepang, Fuji Speedway dibuka untuk pertama kalinya pada Desember 1965. Sejak tahun 2000 Fuji Speedway berada di bawah pengelolaan Toyota Motor Corporation. Menjadikannya akrab disebut sebagai kandang Toyota. Di ajang Super GT, “haram” bagi Toyota untuk kalah di Fuji terutama oleh Honda. Di balap FIA WEC, Toyota mendapatkan kemenangan pertamanya di Fuji 6 Jam 2012 dan tidak terkalahkan sampai tulisan ini diturunkan sejak 2016. 

Fuji 6 Hours
Start Fuji 6 Jam FIA 2022 di Fuji Speedway

Awalnya, Fuji dirancang untuk menghelat balap ala NASCAR di Jepang. Bisa dilihat dari rancangan awal berupa superspeedway sepanjang 4 km. Sayangnya, tidak tersedia cukup dana sehingga hanya mampu membuat satu tikungan speedway. Desain pun diubah menjadi sirkuit konvensional meski tetap mempertahankan tikungan speedway dinamai Daiichi yang disebut-sebut sebagai titik paling berbahaya di sirkuit. 

Antara 1966 – 1969 Fuji menjadi tempat penyelenggaraan Japan Grand Prix berisikan sports car dan prototipe terhebat Jepang pada masanya. Dengan puncak kejayaan terjadi di musim 1969 ketika sebagian besar merek Jepang berlaga memilih untuk mengadopsi regulasi Grup 7 “balap tanpa batas”. Balap sendiri dimenangkan Nissan dengan R380 yang berhasil finish P1-P2, dengan Toyota 7 finish P3.

>>> Super GT Fuji: Debut Manis Toyota GR Supra

 Nissan R382
Nissan R382 di Japan GP 1969

Formula 1 hadir perdana di Fuji pada musim 1976 dan menyaksikan puncak rivalitas James Hunt vs Niki Lauda. Anda menonton film Rush (2013) tentu masih terkenang bagaimana kondisi balap yang sangat parah akibat hujan sangat deras. Membuat Niki Lauda memilih untuk berhenti, memberikan jalan kepada Hunt menjadi juara dunia dengan finish P5. Balap 1976 dimenangkan oleh Mario Andretti. Pasca insiden 1977 melibatkan Gilles Villeneuve yang menewaskan dua orang penonton, Fuji tidak lagi dipilih sebagai lokasi GP. F1 baru kembali ke Fuji pada musim 2007. 

GP Jepang
Start GP Jepang 1976

Salah satu momen legendaris Fuji adalah ketika Nissan Silvia C berhasil menjadi juara WEC Japan 1985. Ditengah hujan deras, satu demi satu tim unggulan Group C menarik diri. Menyisakan tinggal 18 mobil terdiri sepenuhnya atas tim Jepang. Setelah dua jam, penyelenggara memutuskan untuk menghentikan balap. #28 Nissan Silvia Turbo C pun menjadi merek Jepang pertama memenangkan WEC dan satu-satunya gelar Nissan di era Grup C. 

Bisa dibilang tak ada sirkuit memiliki kedekatan dengan balap ketahanan selain Fuji. Sejak 2012, Fuji menjadi bagian dari kejuaraan FIA WEC dengan format 6 jam. Seri balap ketahanan pernah diselenggarakan di Fuji meliputi Fuji Long Distance Series (1977 – 1984), All Japan Sports Prototype Championship atau JSPC (1985 – 1992), WEC era Grup C (1982 – 1985) dan tentunya Super GT. 

Super GT
Aksi balap Super GT di Fuji Speedway (2023)

>>> Hasil Maksimal Toyota Gazoo Racing Indonesia di Ajang Balap Toyota Yaris Cup 2022 Jepang

Direktur & Publisher Cintamobil.com yang bergabung sejak 2018. Memiliki pengalaman 20 tahun di industri media otomotif dengan hobi mengoleksi mobil-mobilan balap. Sepanjang karirnya Adit akrab dengan test drive di sirkuit-sirkuit teranama seperti Fiorano, Fuji, Shanghai, hingga Sepang. 
 
back to top