Mulai Juli 2018 Lakukan Pelanggaran Parkir di Surabaya Mobil Bakal Digembok Paksa

03/07/2018

Event - Promosi
Share this post:
Mulai Juli 2018 Lakukan Pelanggaran Parkir di Surabaya Mobil Bakal Digembok Paksa
Dinas Perhubungan Kota Surabaya bekerja sama dengan TNI dan Polrestabes Surabaya tidak main-main dalam melakukan tindakan pelanggaran parkir. Mulai 2 Juli 2018 mereka akan rutin melakukan penyisiran dan bakal menggembok kendaraan yang parkir tak sesuai aturan.

Roda mobil digembok oleh Dishub Surabaya

Selain digembok, bagi yang ketahuan mobil diparkir sembarangan bakal digembosi dan diderek oleh petugas

Hal ini dilakukan karena maraknya kendaraan baik mobil maupun motor yang melakukan pelanggaran parkir di lokasi-lokasi larangan parkir seperti Jl Dharmawangsa, Jl Prof Moestopo, Jl Airlangga, Jl A Yani, dan sejumlah ruas jalan lain. 

Di lokasi-lokasi tersebut sebenarnya sudah terpasang rambu larangan parkir (P bersilang merah), tapi sering tak diindahkan.

>>> Teknologi Parkir Otonom Membuat Mobil Menjadi Lebih Mandiri untuk Parkir

Tak hanya menggembok paksa roda mobil saja, kendaraan yang ketahuan melakukan pelanggaran parkir juga bakal digembosi agar pengemudi jera.

Hingga dua bulan kedepan aturan ini bakal terus disosialisasikan ke masyarakat dan pelanggar tidak dikenakan denda tilang. Namun kendaraan tetap bakal dikenakan tindakan entah itu roda digembok, digembosi atau langsung diderek.

"Hingga dua bulan ke depan akan terus dilakukan sosialiasi Perda Parkir itu sambil saat ini menunggu Perwali untuk penjabaran dan juknisnya. Belum kami kenakan denda tilang tapi akan kami gembok hingga derek," tutur Kasi Pengendalian dan Operasi Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyibowo kepada awak media, Senin (1/7/2018).

Gambar mobil-mobil parkir semrawut

Parkir sembarangan di badan jalan sering memicu kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas

(foto: pasangmata.detik)

>>> Berita mobil baru dari dunia otomotif bisa Anda dapatkan di Cintamobil

Bagi pemilik yang ingin gemboknya dibuka dipersilahkan menghubungi petugas untuk didata dan diberi pengarahan. Namun, kalau sampai petugas selesai melaksanakan tugas pemiliknya tak muncul, mobil bakal diderek dan diparkir di Terminal Kedung Cowek Suramadu.

Bila di terminal mobil juga tak segera diambil, pemilik bakal dikenakan denda hingga maksimal Rp 2.500.000.

Ini sesuai dengan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2018 Tentang Penyelengaraan Perparkiran Kota Surabaya Pasal 36 ayat 3 yang berbunyi:
(3) Terhadap pemilik kendaraan yang tidak segera mengambil kendaraan pada hari itu ditempat penyimpanan kendaraan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dikenakan denda:
a. Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) per hari sampai paling banyak Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) untuk kendaraan bermotor pribadi beroda 4 (empat); dan
b. Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per hari sampai paling banyak Rp. 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) untuk kendaraan bermotor pribadi beroda 2 (dua).

Pelanggaran parkir sembarangan memang jadi salah salah biang kesemerawutan lalu lintas disamping jadi salah satu penyebab kemacetan di jalan raya.

Halaman depan Terminal Kedung Cowek Surabaya

Terminal Kedung Cowek Surabaya jadi penampungan mobil-mobil yang diderek petugas Dishub Surabaya karena melakukan pelanggaran parkir

>>> Cari mobil buat keluarga? Di cintamobil.com saja, koleksinya banyak harganya juga menguntungkan!

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top