Mengenal Arm Pump, Cedera yang Bikin Pebalap MotoGP Quartararo Gagal Menang

06/05/2021

Event - Promosi

2 menit

Arm pump merupakan cedera yang cukup sering dialami oleh pebalap-pebalap MotoGP. Aktivitas otot lengan yang tinggi saat balapan, jadi salah satu penyebabnya

Nasib nahas dialami pebalap MotoGP asal Prancis Fabio Quartararo. Dalam balapan seri MotoGP 2021 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (2/5/2021) itu, Quartararo harus mengubur impiannya untuk naik podium pertama. Meski sempat memimpin jalannya balapan, Quartararo akhirnya hanya bisa menyelesaikan balapan di posisi ke-13. Belakangan diketahui bahwa Quartararo mengalami cedera arm pump. Race akhirnya dimenangkan oleh pebalap Ducati Jack Miller.

Quartararo Harus Rela Kalah di Sirkuit 

Hasil ini tidak hanya memaksa Quartararo finis di posisi ke-13 tapi juga membuat tergusur dari puncak klasemen MotoGP 2021. Sebelum race di Jerez, pebalap Yamaha Monster Energy team itu berada di peringkat pertama klasemen. Kegagalannya meraih podium di Jerez membuat posisinya di MotoGP diambil alih oleh rider Ducati Francesco Bagnaia.

Lalu apa sebenarnya arm pump yang dialami oleh Quartararo di tengah-tengah balapan lalu? Dikutip dari laman The-Race.com, arm pump adalah kondisi otot dan saraf yang memunculkan rasa sakit, bengkak, atau bahkan kaku atau lengan yang terdampak. Rasa sakit ini muncul karena aktivitas olahraga yang membuat otot pada lengan membengkak sehingga menjadi terlalu kencang. Dalam istilah medis, kondisi seperti arm pump ini dinamakan Chronic Exertional Compartment Syndrome.

>>> 5 Motor Baru di Bawah Rp 20 Juta untuk Anak Kuliahan

Apa Itu Arm Pump?

Arm pump merupakan cedera yang cukup sering dialami oleh pebalap-pebalap MotoGP. Aktivitas otot lengan yang tinggi saat balapan, jadi salah satu penyebabnya. Simpelnya, otot dalam tubuh itu terbungkus rapi dalam tabung jaringan yang disebut fasia. Ketika otot terlalu banyak bekerja--contohnya aktivitas olahraga yang tinggi--darah akan terus dipompa ke dalam otot. Namun karena kerja otot yang terlalu keras, darah tidak dapat dialirkan dan berkumpul di otot. Ketika otot kemudian terus mengembang karena tekanan darah maka berbenturan dengan bagian dalam tubuh yang lain. Seperti halnya ketika lengan kita dibungkus oleh perban yang sangat ketat maka aliran darah bisa terputus dari dan ke otot serta membuat saraf mengalami kesemutan dan tidak mampu merespons tubuh dengan baik.

Pebalap MotoGP Fabio Quartararo asal Prancis

Pebalap MotoGP Fabio Quartararo asal Prancis

Ketika arm pump terjadi, hasilnya adalah pembengkakan yang membuat lengan menjadi keras dan kaku. Di saat yang bersamaan, lengan juga menjadi seperti kesemutan namun dikombinasikan dengan rasa sakit pada otot. Cedera arm pump biasanya dialami oleh pebalap menjelang akhir balapan. Akibat rasa sakit yang ditimbulkan, konsentrasi pebalap hilang hingga kesulitan untuk mengendalikan motornya. Seperti yang dialami oleh Quartararo. 

“Berbahaya bagi saya untuk melanjutkan setengah balapan ini (race Jerez), tetapi saya tidak ingin berhenti karena saya tahu satu atau dua poin bisa sangat penting untuk kejuaraan. Saya telah memberikan semuanya, tetapi apa daya saya mengalami masalah (arm pump) ini,” kata Quartararo usai race di Jerez.

Fabio Quartararo sempat memimpin race di Jerez

Fabio Quartararo sempat memimpin race di Jerez sebelum mengalami cedera arm pump

Selain Fabio Quartararo, pebalap MotoGP lainnya yang juga pernah mengalami cedera serupa antara lain Jack Miller dan Iker Lecuona. Sebelum keduanya, arm pump bahkan membuat pebalap MotoGP ternama asal Spanyol Daniel Pedrosa mengakhiri karier balapnya lebih cepat di usia 29 tahun pada 2012 lalu.

>>> Hasil MotoGP Portugal 2021, Fabio Quartararo Kembali Juara
 

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.

 
back to top