Bengkel Modifikasi Akan Diedukasi untuk Tekan Penggunaan Knalpot Bising

23/03/2021

Event - Promosi

3 menit

Ditlantas Metro bakal surati dan edukasi bengkel modifikasi agar bisa tekan penggunaan knalpot bising di DKI Jakarta.

Ditlantas Polda Metro Jaya menaruh perhatian terhadap polusi suara yang dihasilkan dari knalpot sepeda motor yang tidak standar. Suara knalpot bising yang keluar dari hasil pembakaran itu dianggap mengganggu masyarakat.

>>> Honda CB650R 2021 Tawarkan Warna Baru

Gambar menunjukan Knalpot motor

Akan ada sanksi, teguran hingga tilang

Ancaman Kurungan 1 Bulan dengan Denda Rp 150 ribu

Razia pun digelar di kawasan Jakarta. Penertiban itu dilakukan pada malam dan pagi hari dengan alasan di waktu itulah banyak masyarakat menggunakan kendaraan tidak sesuai standar. Selain pakai knalpot bising juga kerap melakukan balap liar.

Polisi menyebut itu dengan filterisasi artinya hanya kendaraan standar yang bisa lewat jalan itu, jika tidak standar akan diberikan sanksi mulai dari teguran hingga tilang.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, menyampaikan  hal tersebut sudah diatur dalam Pasal 285 (UU LLAJ) bahwa sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan tidak layak jalan, akan kena ancaman kurungan selama 1 bulan dengan denda Rp 150 ribu,” kata Fahri seperti dikutip dari laman NTMC Polri.

>>> Penyebab Bau Asap Knalpot di Kabin Mobil dan Cara Mengatasinya

Gambar menunjukan Knalpot motor

Knalpot bising dianggap mengganggu masyarakat

Polisi Akan Periksa Sejumlah Bengkel Modifikasi

Lebih jauh Fahri mengatakan polisi juga akan memeriksa sejumlah bengkel modifikasi di Jakarta dan sekitarnya. Tujuannya untuk memastikan mereka tidak membuat knalpot dengan desibel yang tidak sesuai aturan.

“Dari bidang Kamsel di Polda Metro Jaya kita sudah memulai nanti akan mapping bengkel-bengkel mana saja yang sering membuat atau memodifikasi sepeda motor yang suaranya bising. Bahkan kita juga sudah meminta dari teman-teman influencer di komunitas sepeda motor, yang kita sebut komunitas motor besar itu untuk memberikan edukasi kepada teman-temannya,” ucap Fahri.

Fahri menyatakan tujuannya saat ini adalah edukasi. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa ada penindakan di kemudian hari.

“Ya kita berikan edukasi dulu ya. Karena memang dalam Undang-Undang Lalu Lintas bahwa pengawasan bengkel itu oleh Polri makanya itu nanti kita akan bersurat dulu setelah bersurat kita akan coba random sampling mendatangi bengkel-bengkel nanti. Jika masih ada temuan kita lihat lagi,” tutup Fahri.

>>> Promo Shop&Bike Maret 2021, Ada Diskon dan Paket Servis Spesial

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top