Kewajiban Pengendara Mobil Pribadi Selama Masa Transisi di Jakarta

08/06/2020

Event - Promosi

3 menit

Kewajiban Pengendara Mobil Pribadi Selama Masa Transisi di Jakarta
Pemerintah provinsi DKI Jakarta merilis sejumlah aturan terkait penerapan masa transisi fase 1 di DKI Jakarta. Ada juga kewajiban bagi pengendara mobil pribadi.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta tengah memasuki masa transisi. Pada masa transisi masyarakat tak berarti bebas dalam beraktifitas. 

Pada masa transisi ini PSBB masih berlaku namun ada beberapa penyesuaian untuk aktivitas masyarakat berdasarkan indikator kajian epidemologi, penilaian kondisi kesehatan publik dan penilaian kesiapan fasilitas kesehatan dan kewajiban masyarakat menerapkan PHBS pencegahan Covid-19. 

Tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif, ada sejumlah hal yang wajib dipatuhi warga termasuk soal berkendara. 

>>> Promo Mitsubishi Juni 2020, Beli Xpander dan Pajero Sport Bunga 0 Persen

Pengendalian Lalu Lintas Lewat Ganjil Genap pada Masa Transisi

Aturan pengaturan lalu lintas ganjil genap pun masuk di dalamnya. Dalam pasal 17 disebutkan bahwa kendaraan berotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas. 

Artinya kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua hanya bisa melintas sesuai angka terakhir pelat nomornya. Misalnya angka terakhir di pelat nomor Anda ganjil, maka Anda tak dapat melintas di tanggal genap. 

>>> Larangan Mudik Berakhir, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Dibuka Lagi

Gubernur Jakarta Anies Baswedan

Anies Baswedan saat mengumumkan Jakarta masuki masa Transisi

Begitu pula sebaliknya, bila tanggal menunjukan genap dan angka terakhir di pelat nomor Anda ganjil maka tak diperbolehkan melintas. Tapi ada beberapa kendaraan yang tak dikenakan sanksi administratif ketika melanggar aturan ganjil genap tersebut yakni: 

Aturan ganjil genap Jakarta

Aturan ganjil genap Jakarta akan kembali diberlakukan


a. kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Indonesia;
b. kendaraan Pemadam Kebakar n dan Ambulans;
c. kendaraan untuk memberikan pertolongan pada keceiakaan lalu lintas;
d. kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara;
e. kendaraan Pejabat Negara;
f. kendaraan Dinas Operasional berplat dinas, Kepolisian dan TNI;
g. kendaraan yang membawa penyandang disabilitas;
h. kendaraan angkutan umum (plat kuning);
i. kendaraan angkutan barang, tidak termasuk double cabin;
J. kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dan dari Kepolisian; dan
k. angkutan roda dua dan roda empat berbasis aplikasi yang memenuhi persyaratan berdasarkan Keputusan Kepada Dinas Perhubungan. 

>>> Honda Mobilio dan BR-V Laris Manis Dijual Lewat Online

Ada juga soal pengendalian kapasitas angkut. Mobil pribadi paling banyak diisi dua orang per baris kecuali berdomisili di alamat yang sama. 

Kewajiban Bagi Pemilik Mobil Pribadi

Adapun, selama masa transisi ini semua pihak wajib menerapkan protokol kesehatan termasuk pada semua jenis transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang dan barang sebagaimana tercantum pada Pasal 22 ayat 2 (b). 

"Kewajiban bagi pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor untuk:
1. selalu menggunakan masker;
2. mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan kendaraan;
3. membersihkan kendaraan sebelum dan/atau setelah dioperasikan; dan
4. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu tubuh diatas normal atau dalam keadaan sakit," begitu bunyi pasal tersebut. 

>>> Temukan mobil impian Anda dengan promo dan diskon yang menarik disini

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top