Kemenperin Fasilitasi Kemitraan IKM Komponen Otomotif Dengan Industri Besar

01/10/2019

Event - Promosi

3 menit

Share this post:
Kemenperin Fasilitasi Kemitraan IKM Komponen Otomotif Dengan Industri Besar
Upaya meningkatkan rantai pasokan industri otomotif di tingkat nasional dan global dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia dengan memfasilitasi kemitraan antara pelaku IKM komponen otomotif dengan industri skala besar.

Pemerintah terus mendorong perkembangan sinergi bisnis di berbagai sektor untuk meningkatkan persaingan yang sehat. Salah satunya melalui kegiatan Link and Match atau sinergi antara IKM komponen otomotif dengan industri besar guna memperkuat struktur manufaktur nasional.

“Langkah strategis yang telah kami lakukan adalah menggelar program link and match antara 100-an IKM komponen otomotif dengan belasan tier agen pemegang merek (APM) dan industri besar. Sejak tahun 2016, kami sudah laksanakan kegiatan ini sebanyak empat kali,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di kantor Kemenperin Jakarta, Senin (30/9/2019).

>>> Ada rencana ingin ganti mobil baru? Tenang, coba intip harga pasaran mobil terkini

Foto saat acara Link and Match yang diselenggarakan di kantor Kemenperin Jakarta, 30 September 2019

Kemenperin sinergikan IKM komponen otomotif dengan perusahaan besar

Dirjen IKMA menyebutkan, ratusan IKM komponen otomotif yang ‘dikawinkan’ tersebut berasal dari sentra-sentra IKM logam di Yogyakarta, Klaten, Tegal, Purbalingga, Jabodetabek dan Jawa Barat. “Kegiatan link and match juga merupakan wujud nyata Kemenperin mendorong peningkatan pada kemampuan IKM komponen dalam mengisi rantai pasok industri otomotif baik di tingkat nasional hingga global,” tuturnya.

Gati menegaskan, IKM memiliki peran penting dalam memproduksi komponen original equipment manufacturer (OEM) maupun memenuhi kebutuhan aftermarket untuk pasar domestik dan eskpor. Keberadaan IKM dalam rantai pasok industri otomotif juga menjadi bagian penting dalam memacu perekonomian nasional.

“Tidak hanya mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan APM, IKM kita juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk komponen otomotif,” paparnya.

Saat ini, sentra produksi IKM logam di Indonesia sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total IKM komponen otomotif sebanyak 500 unit usaha dan menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang. “Kami optimistis, peningkatan unit penjualan kendaraan roda empat dan sepeda motor, menjadi pendorong bagi penguatan IKM komponen otomotif dalam negeri,” ujarnya.

>>> Ini Daftar Mobil Dengan TKDN Lebih Besar Dibanding Esemka

Foto saat penandatangan MoU antara IKM kompone otomotif dengan industri skala besar di kantor Kemenperin

Sinergi IKM dengan industri besar diharapkan bisa meningkatkan rantai pasokan komponen otomotif ke perusahaan

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO), penjualan kendaraan roda empat sepanjang tahun 2018 mencapai 1.151.413 unit, melewati angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 1.079.886 unit. Sedangkan, merujuk data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor pada tahun 2018 mencapai 6.383.111 unit, melampaui angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 5.886.103 unit.

Gati percaya, IKM di sektor otomotif dapat naik kelas dengan terbukanya kesempatan yang diberikan oleh APM untuk menjadi mitra bisnisnya. “Semoga kegiatan link and match dapat membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif nasional, dan khususnya didapatkan kemitraan yang saling menguntungkan antara tier APM dengan IKM komponen otomotif menuju industri yang berdaya saing global,” tandasnya.

Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang mendapat prioritas pengembangan oleh pemerintah. Hal ini untuk mewujudkan industri otomotif siap mengimplementasikan industri 4.0 di Tanah Air.

>>> Dua Tahun Beroperasi, Wuling Mulai Ekspor Mobil Untuk Pasar Internasional

Foto deretan mobil Toyota sedang proses perakitan

Industri otomotif butuh pasokan komponen yang besar

>>> Berita otomotif paling update lainnya ada disini

Share this post:
Fatchur Sag
Penulis
Fatchur Sag
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Komponen Sistem Pendingin, Bagaimana Cara Kerja Thermostat?

25/09/2019

Perawatan dan service

5 menit

Jadi komponen pada sistem pendinginan mobil, Thermostat punya peranan penting untuk menjaga suhu mesin mobil. Tapi, bagaimana cara kerjanya?

Lihat juga

Ini Komponen yang Harus Diperhatikan Saat Merawat Radiator Mobil

25/08/2019

Perawatan dan service

5 menit

Merawat radiator mobil memang sebaiknya dilakukan di bengkel pada periode waktu tertentu. Namun sehari-hari sebelum beraktifitas, Anda juga perlu memperhatikan komponen-komponen pada bagian radiator.

Lihat juga

Garansi Mobil DFSK Sampai 7 Tahun, Komponen Apa Saja Yang Ditanggung?

22/07/2019

Pasar mobil

3 menit

DFSK Motors menghadirkan Glory 580 dan Glory 560 dengan tawaran menggoda. Kedua mobil DFSK bergenre SUV tersebut digaransi selama 7 tahun atau 150.000 kilometer. Komponen apa saja yang ditanggung, simak penuturan berikut!

Lihat juga

IMX 2019 Kembali Hadir Sebagai Barometer Dunia Industri Modifikasi Indonesia

30/09/2019

Event - Promosi

3 menit

Setelah sukses dengan gelaran tahun lalu, IMX kembali hadir dengan mengemban misi untuk menggairahkan dan menggerakkan dunia industri modifikasi Tanah Air

Lihat juga

Indonesia Electric Motor Show 2019 Menjadi Pintu Gerbang Masuknya Elektrifikasi Industri Otomotif di Indonesia

05/09/2019

Event - Promosi

3 menit

Elektrifikasi menjadi salah satu solusi masa depan industri otomotif. Pasar otomotif di AS, Tiongkok hingga Prancis gencar mengkampanyekan kendaraan ramah lingkungan. Lalu bagaimana dengan pasar otomotif di Indonesia?

Lihat juga