Kebiasaan Ngebut di Jalan Raya Jadi Pembunuh Utama Pengemudi Milenial

28/01/2021

Event - Promosi

5 menit

Ngebut di jalan raya diketahui kini menjadi perenggut nyawa terbayak pengemudi remaja. Bahkan remaja laki-laki yang berkendara bersama temannya memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi.

Ngebut di jalan raya khususnya bagi pengemudi remaja sering jadi ajang identitas dan pembuktian diri. Dengan alasan ini mereka ingin dicap sebagai pengemudi yang sudah lihai, atau sekedar emosi lantaran didahului oleh kawan maupun pengemudi lain yang kebetulan kendaraannya lebih kencang, memacu mobil atau motor di atas batas kecepatan maksimum pun dilakukan.

Sayangnya, kondisi ini diketahui kian hari semakin mengkhawatirkan. Bahkan Governors Highway Safety Association (GHSA) dan Ford Motor Company Fund belum lama ini merilis laporan yang menunjukkan, jika ngebut saat berada di jalan raya menjadi penyebab utama kematian di usia remaja.

>>> Influencer Otomotif Kecelakaan Fatal Saat Buat Konten IG

Persentase Kasus Kecelakaan Remaja Terus Meningkat

Data Kematian Pengemudi Remaja

Kematian akibat kecelakaan jalan raya lebih banyak dialami korban usia 13-19 tahun

Dalam penelitian GHSA itu terungkap fakta, pada periode penelitian tahun 2015 hingga 2019, kematian akibat kecelakaan jalan raya disumbang lebih banyak oleh pengemudi usia remaja dibanding usia lain. Kemudian GHSA dan Ford juga melakukan penelitian tentang bagaimana korelasi perilaku ngebut di jalan raya bisa menimbulkan kematian bagi pengemudi.

Hasilnya pun cukup mencengangkan. Karena ternyata pengemudi usia 16 tahun hingga 19 tahun menyumbang 43 persen kematian di jalan akibat perilaku memacu kendaraan lebih dari batas maksimal kecepatan di jalan raya. Hasil penelitian dalam sebuah makalah itu juga menemukan fakta menarik lainnya. Yakni pada tahun 2019 tidak kurang dari 4.930 pengemudi dan penumpang usia remaja harus tewas di jalan raya akibat mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Angka ini jauh meningkat dibanding kasus pada tahun 2015.

>>> 5 Kesalahan Saat Berkendara di Musim Hujan

Remaja Laki-laki Punya Risiko Lebih Besar

Remaja Korban Kecelakaan Jalan

Korban pengemudi laki-laki lebih banyak

>>> Review Lamborghini Huracán Performante Spyder 2018

GHSA dan Ford melakukan penelitian ini terhadap remaja di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat (AS). Hasil temuan pun menyoroti jika korban kecelakaan fatal lebih banyak ditemukan pada remaja laki-laki. Penyebabnya antara lain tidak memakai sabuk keselamatan, terpental dari lajur jalan, atau kendaraannya terguling.

Penelitian ini juga menemukan indikasi jika remaja yang berkendara bersama temannya memiliki risiko kecelakaan fatal lebih tinggi. Ini karena pengemudi tersebut cenderung ngebut saat di jalan raya ketika bersama teman-temannya.

Adanya laporan penelitian ini pun diharpakan pihak otoritas di AS bertindak tegas dalam mengawasi perilaku berkendara apra pengemudi remaja. Misalnya dengan pelatihan keselamatan berkendara atau memasang teknologi identifikasi khusus bagi perilaku berkendara.

Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top