Ini Syarat yang Boleh Pergi ke Luar Daerah di Tengah Larangan Mudik

06/05/2020

Event - Promosi

6 menit

Share this post:
Pemerintah secara resmi telah melarang mudik Lebaran 2020. Namun masih ada beberapa kalangan yang boleh pergi ke luar daerah dengan memenuhi syarat tertentu.

Kementerian Perhubungan belum lama ini merilis Permenhub No.25 tahun 2020 yang mengatur tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. 

Dalam aturan tersebut, segala transportasi yang mengangkut penumpang dilarang beroperasi untuk mencegah penyebaran virus corona.  

Namun mulai besok, transportasi ke luar daerah kembali diizinkan beroperasi melayani penumpang di tengah larangan mudik. Tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sejumlah transportasi umum baik itu darat, kereta api, penyebrangan, laut, dan udara boleh kembali beroperasi. 

>>> Catat! Transportasi ke Daerah Boleh Beroperasi tapi Mudik Tetap Dilarang

"Beberapa waktu terakhir, kami mendapatkan kesan seolah-olah masyarakat boleh mudik dengan syarat tertentu atau adanya kelonggaran. Saya Tegaskan. Tidak ada perubahan peraturan tentang mudik. Artinya Mudik Dilarang. Titik! Saya tegaskan sekali lagi. Mudik dilarang, Titik!,” tegas Doni dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Sejumlah kriteria orang mendapatkan pengecualian dan diperbolehkan melakukan perjalanan dalam masa pandemi ini. Siapa saja mereka? Berikut penjelasan detailnya.  

pelarangan mudik

Mudik tetap dilarang

1. Kriteria Pengecualian

a. Perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan:
- Pelayanan percepatan penanganan Covid-19
- Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum,
- Pelayanan Kesehatan
- Pelayanan kebutuhan dasar
- Pelayananpendukung layanan dasar
- Pelayanan fungsi ekonomi penting

>>> Ingat, Ada Surat Keterangan dari RT/RW Bukan Alasan Boleh Mudik Lebaran!

b. Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua, suami-istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia

c. Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Mudik dilarang transportasi boleh beroperasi lagi

Perjalanan ke luar daerahdi tengah larangan mudik diperbolehkan dengan syarat tertentu

>>> Mudik Lebaran Dilarang, Kini Malah Muncul Jasa Penyelundupan Pemudik

2. Persyaratan Pengecualian

a. Persyaratan Perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta: 
- Menunjukan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon 2
- Menunjukan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah/Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja/Organisasi nonpemerintah/Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor
- Menunjujkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan PCR Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan
- Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas material dan diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat
- Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah)
- Melaporkan rencanan perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasan, serta waktu kepulangan)

>>> Cek harga mobil baru berikut info promo diskon menariknya disini

b. Persyaratan perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia: 
- Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah)
- Menunjukan surat rujukan dari Rumah Sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain
- Menunjukan surat keterangan kematian dari tempat almarhum/almarhumah (untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia)
- Menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan PCR Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan

c. Persyaratan Repatriasi Pekerja Migran Indonesia, Warga Negara Indonesia dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah
- Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal)
- Menunjukkan surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPM) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri)
- Menunjukan surat keterangan dari Universitas atau Sekolah  (untuk Mahasiswa dan Pelajar)
- Menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan PCR Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan
- Proses pemulangan harus dilaksanakan secara terorganisir oleh lembaga pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan universitas. 

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas paling lengkap dan paling murah cuma ada disini

Perlu dicatat surat edaran ini bukan ditujukan bagi mereka yang memiliki niat mudik atau pulang ke kampung halaman. Pemenuhan persyaratan di atas dilakukan bila seseorang memang memiliki keperluan yang darurat. 

"Tak ada mudik dan pulang kampung, tapi kalau bekerja boleh," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat virtual dengan Komisi V DPR, Rabu (6/5/2020). 

>>> Berita menarik lainnya seputar mudik Lebaran ada disini

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top