Imbauan di Rumah Saja, Warga Malah Mudik ke Kampung Halaman

26/03/2020
Pemerintah sudah mengimbau agar semua masyarakat di rumah saja dan tidak keluar jika tidak ada kegiatan mendesak. Namun sebagian perantau asal Wonogiri malah memilih mudik ke kampung halaman.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan Jakarta sebagai wilayah tanggap darurat Covid-19. Hal ini lantaran warga yang terinfeksi virus corona di Indonesia lebih banyak berdomisili di Jakarta.

Atas ketetapan inilah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau agar warga Ibukota berdiam diri di rumah saja dan tidak melakukan aktifitas di luar rumah jika tidak amat terpaksa. Berbagai kegiatan pun dihentikan hingga 2 pekan ke depan. Bahkan sudah ada maklumat dari Kapolri, jika ada warga yang melakukan kerumunan massa, maka bakal didenda kurungan maksimal 1 tahun penjara.

Ribuan Perantau Nekat Mudik ke Kapung Halaman

terminal bus Wonogiri

Situasi di Terminal Wonogiri penuh pemudik

>>> Muncul Larangan Warga Berkumpul, Bagaimana Kegiatan Otomotif?

Ternyata situasi Jakarta tanggap darurat corona ini malah disikapi lain oleh sebagian besar warganya. Alih-alih diam di rumah demi menekan penyebaran virus corona, kebanyakan dari mereka memilih nekat pulang ke kampung halaman selama imbauan di rumah saja berlaku hingga 5 April 2020 mendatang.

Setidaknya itulah yang terlihat dari kondisi di terminal bus Wonogiri, Jawa Tengah. Menurut Agus Hasto Purwanto, Kepala Terminal Induk Tipe A Giri Adiputra Wonogiri, terjadi lonjakan penumpang di terminal bus Wonogiri sejak sepekan terakhir.

"Dalam delapan hari ada 876 armada bus AKP (Antar Kota Antar Provinsi) yang datang ke terminal dengan membawa 14.140 penumpang. Jumlah ini biasanya terjadi saat Lebaran," kata Agus kepada wartawan.

>>> Persiapan Mudik Lebaran dengan Pasang Roof Rack, Perhatikan Hal Berikut!

Siapkan Tindakan Pencegahan Virus Corona

ilustrasi virus corona

Setiap penumpang yang datang ke terminal dilakukan pencegahan penyebaran virus corona

Lonjakan penumpang yang datang ke Wonogiri ini disebutkan Agus tidak bisa dibendung. Namun ia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.

Selain itu, di terminal Wonogiri juga ditetapkan langkah pencegahan virus corona. "Misalnya setiap kursi kita semprot disinfektan. Kita juga siapkan westafel untuk mencuci tangan dengan sabun, serta disediakan hand sanitizer," sebut Agus.

Sementara Bupati Wonogiri Joko Sutopo menjelaskan, demi mengantisipasi efek Jakarta tanggap darurat corona, setiap penumpang yang tiba di terminal Wonogiri akan di-screening. "Kami melakukan screening terhadap semua penumpang bus yang masuk atau datang maupun keluar dari Wonogiri bersama TNI-Polri," kata dia.

>>> Tekan Sebaran Pandemi Virus Corona, Mudik Gratis 2020 Batal

Gunakan Cara Persuasif

pemudik dari Wonogiri

Setiap pemudik diharapkan sadar akan kesehatannya

>>> Simaklah berita terbaru tentang event dan promosi lainnya di sini

Demi melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona di Wonogiri, Joko menyebut jika tindakan yang dilakukan harus secara persuasif. Sehingga akan muncul kesadaran akan dampak dan cara pencegahan virus corona terutama di kalangan masyarakat tingkat bawah. Misalnya dengan mengimbau agar warga tetap di rumah saja.

"Kita harus lakukan pendekatan secara kultural dengan bahasa yang mudah dipahami. Sehingga ketika ada peboro (perantau) yang datang, masyarakat sekitarnya bisa mengingatkan jika peboro ini batuk, pilek, atau sesak nafas, untuk memeriksakan kesehatannya" jelas dia.

>>> Berita seputar virus corona lainnya ada disini

Prasetyo Adhi

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
10

berita lain