Gearhead Monkey Garage Siap Buktikan Kreasi Hot Rod Indonesia Bisa Tembus Mancanegara

11/12/2018

Event - Promosi
Share this post:
Gearhead Monkey Garage Siap Buktikan Kreasi Hot Rod Indonesia Bisa Tembus Mancanegara
Gearhead Monkey Garage sebagai salah satu workshop dan tuner yang konsisten menyebarkan virus hot rod di Indonesia kini terus menaikkan taraf permainan dengan menciptakan sendiri sasis dan body mobil untuk dijadikan kit car hot rod yang siap dipasarkan di kancah global.

Bicara soal mobil custom rasanya tidak pernah ada habisnya. Setiap ‘genre’ custom memiliki pangsa pasar dan peminat tersendiri. Salah satunya adalah aliran custom Hot Rod.

Tradisi Hot Rod Amerika Serikat klasik

Trend hot rod awalnya tumbuh kembang dari ajang balap liar di Los Angeles, Amerika Serikat

Sedikit mengulas mengenai Hot Rod, aliran modifikasi ini berkembang pesat sejak era pre-war alias era 30-40 an di kawasan Amerika Serikat. Aliran ini sendiri awalnya tumbuh kembang dari balap liar di Los Angeles, Amerika Serikat, dimana mobil-mobil di masa tersebut banyak dimodifikasi baik dari segi mesin maupun bodi agar bisa menjadi mobil terkencang. Setelah Perang Dunia II berakhir, dan untuk membawa arah Hot Rod ke ranah lebih ‘benar’ dibentuklah wadah resmi National Hot Rod Association di Amerika Serikat pada tahun 1951, yang masih bertahan sampai saat ini.

>>> Baca juga: Apa Benar All New Brio Mampu Lebih Kencang Dari Brio Lama Di Trek Balap? Ini Kata Mekanik Senior

Eksistensi Hot Rod di Indonesia pun turut berkembang seiring meningkatnya tren mobil klasik di Indonesia. Diawali hobi salah satu kolektor mobil klasik (alm.) Ermin S Nasution, perkembangan aliran modifikasi hot rod terus ‘memanas’ dengan lahirnya komunitas pecinta hot rod seperti Hotrodiningrat dan Jakarta Hotrod N Classic Community. Beberapa tahun terakhir pun mulai berkembang event-event otomotif yang memberikan ‘wadah’ bagi tampilnya mobil-mobil Hot Rod seperti Kustomfest, Jakarta Custom Culture, Hot Rod Weekend, termasuk Indonesia Modification Expo 2018 yang selesai bergulir November 2018 lalu.

Di sisi lain, industri di balik dunia Hot Rod pun ikut berkembang. Salah satu contoh ialah Gearhead Monkey Garage, sebuah workshop di bilangan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang sudah harum namanya sebagai salah satu workshop bagi para penikmat otomotif yang ingin membangun mobil maupun motor modifikasi. 

Mobil replika kit car Ford 1932 di IMX 2018

Iman Afif Kusumo bersama prototipe Ford 1932 yang sasis dan bodinya dikerjakan oleh Gearhead Monkey Garage

Jika selama ini banyak karya Gearhead Monkey Garage merupakan kendaraan modifikasi yang berbasis mobil betulan, kali ini workshop yang dikomandani oleh builder Iman Afif Kusumo ini membangun prototipe kit car berupa sasis dan bodi Ford 1932 dan ditampilkan pada IMX 2018. “Replika Ford 1932 yang kami bangun sasis plus bodinya dengan range harga Rp150 juta hingga Rp200 jutaan. Jika bicara soal Ford 1932 replika sudah menjadi hal yang umum ada di Amerika Serikat dan Australia, hanya saja harga bodi dan sasis harganya cukup mahal. Kalau dengan saat ini dibuat di Indonesia sudah body dan sasis jelas menjadi menarik dan padat karya juga bisa mengajak banyak orang untuk membangun ini,” jelasnya.

>>> Ingin membeli mobil baru? Lihat saja listingnya di Cintamobil.com

Kanvas Kosong

Sudah menjadi sebuah hal yang biasa untuk sebuah mobil modifikasi Hot Rod melakukan percampuran beragam aspek teknis mobil. Semisal menggunakan bodi replika atau asli dari mobil klasik era pre-war, namun mesinnya menggunakan mesin lain yang punya performa kencang, atau dengan pilihan velg yang sesuai keinginan pemilik. Inilah yang terungkap saat tim Cintamobil.com berdiskusi dengan Iman di booth Gearhead Monkey Garage pada ajang IMX 2018, November lalu.

“Dengan konsep seperti kanvas kosong, sebenarnya kami memudahkan untuk calon pemilik untuk menentukan mau menggunakan warna apa, mesin apa, velg apa, dan termasuk ke area interiornya. Salah satu contoh ada pengguna kami yang sudah menggunakan mesin toyota 2JZ untuk mobil (hot rod, red) miliknya,” tambah Iman.

>>> Mengupdate harga dan promosi terbaru di pasaran, klik di sini untuk informasi yang paling rinci

produksi replika Ford 1932 Gearhead Monkey Garage

Proses produksi bodi dan sasis replika Ford 1932 oleh Gearhead Monkey Garage (photo: @gearheadmonkey)

Bicara soal prototipe Ford 1932 karya Gearhead Monkey Garage mengusung pendekatan ‘deuce coupe’ berformat dua pintu versi 5-kaca, dan berkonsep chop top karena atap yang dipotong sekitar 5 inci dari versi aslinya. Ada dua versi yang ditawarkan, yakni dengan full body termasuk kap mesin model gullwing dan fender, ada pula yang hanya dijual body dan sasis.

Untuk bisa membangun sebuah mobil hot rod yang proper, menurut Iman sangat tepat jika mengerjakannya berkolaborasi bersama workshop lain. Hal ini selain memperbesar potensi bisnis, di sisi lain juga memberikan lapangan pekerjaan lebih banyak dalam proses pembangunan mobil hot rod itu sendiri. Hal ini diimplementasikan lewat area interior prototipe Ford 1932, mulai dari jok hingga panel pintu menggunakan material leather yang dikerjakan workshop Cabin Car Leather.

>>> Dapatkan review dan spesifikasi lengkap Ford Everest 2019

Targetkan Pangsa Pasar Luar Negeri, Baru Ekspansi di Dalam Negeri

Ford 1932 Gearhead Monkey Garage

Penampilan fisik replika hot rod Ford 1932 karya Gearhead Monkey Garage (photo: @gearheadmonkey)

Demi meningkatkan taraf permainan sekaligus membuktikan kualitas pengerjaan anak bangsa memenuhi standar uji kelayakan di pasar Internasional, Gearhead Monkey Garage menargetkan ekspor bodi plus sasis Ford 1932 di pasar Internasional, khususnya untuk negara-negara yang menggunakan setir kanan. Standar uji kelayakan yang dilakukan di beberapa negara internasional yang disasar Gearhead Monkey Garage pun cukup ketat, salah satunya uji tabrak dengan kondisi mobil terbalik.

>>> Event otomotif terbaru dan terlengkap ada di sini

“Kita menargetkan export ke luar negeri dengan setir kanan, seperti Australia dan Malaysia. Karena selain padat karya bisa mengerjakan banyak orang, serta labour cost di Indonesia menarik. Menurut kami jika produk ini sudah tembus pangsa pasar luar negeri, maka standarnya cukup tinggi karena mereka tidak sembarang untuk memenuhi uji kelayakan. Saat ini sudah ada order dari luar negeri dan tinggal proses kirim” ungkap Iman.

Meski sasaran target yang disasar adalah pasar Internasional, di dalam negeri pun sudah banyak peminat karya terbaru Gearhead Monkey Garage ini. Peminatnya pun tidak tanggung-tanggung, yakni Ketua DPR RI saat ini, Bambang Soesatyo. Meski demikian, di samping peminat dan apresiasi positif masih ada sebuah pencapaian yang dirasa perlu dilakukan oleh pemerintah. Salah satu pencapaian yang perlu dilakukan ialah dukungan pemerintah dalam hal menciptakan standarisasi atau kemudahan bagi para workshop yang ingin melahirkan karya modifikasi dan bisa dipasarkan di dalam negeri.

>>> Berita terupdate dan terlengkap tentang dunia otomotif hanya di Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top