Bos Yamaha Bocorkan Kelemahan Maverick Vinales di MotoGP 2021

13/07/2021

Event - Promosi

3 menit

Share this post:
Manajer Tim Yamaha Massimo Meregalli bongkar masalah yang dihadapi Maverick Vinales di MotoGP 2021 yang membuatnya akhirnya cabut dari pabrikan asal Jepang itu.

Tim Monster Energy Yamaha telah mengumumkan perpisahan dengan Maverick Vinales setahun sebelum masa kontraknya habis di tahun 2022. 

>>> Belum Merapat ke Aprilia, Maverick Vinales Isyaratkan Untuk Pensiun?

Gambar menunjukan Vinales

Bermanuver jadi kelemahannya

Maverick Vinales Memulai MotoGP 2021 dengan Cara Fantastis

Manajer Tim Yamaha Massimo Meregalli, mengungkapkan sejumlah masalah yang dialami Maverick Vinales di MotoGP 2021 sehingga membuatnya memutuskan untuk mengakhiri kontraknya setahun lebih cepat. Masalah-masalah yang dihadapi pebalap berjuluk Top Gun tersebut membuatnya tidak bisa tampil konsisten bahkan sampai frustasi.

"Maverick memenangkan balapan pertama musim ini dengan cara yang fantastis," kata Meregalli, dikutip dari media asal Italia Tuttomotoriweb. 

"Tapi ketika sampai di Eropa, dia punya masalah dengan motornya. Bermanuver adalah kelemahannya, terutama terlihat di Portimao, Jerez dan Le Mans. Kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk memberi Maverick paket setingan, yang akan membuatnya tampil lebih baik," tambah Meregalli.

>>> Franco Morbidelli Akan Gantikan Vinales di MotoGP 2022

Gamabr menunjukan Vinales

Kepala kru Esteban Garcia diganti dengan Silvano Galbusera

Punya Kepala Kru Baru 

Pada balapan di Spanyol, Yamada juga telah melakukan ubahan. Bahkan sampai mengganti kepala kru Esteban Garcia dengan Silvano Galbusera. Namun hasilnya tak juga memuaskan Maverick Vinales hanya bisa finis di posisi ketujuh.

"Kami memutuskan untuk mencoba sesuatu yang sama sekali berbeda. Di Barcelona kami mencoba sesuatu untuk membantunya mengendalikan motor dengan lebih baik dan itu berhasil. Kami telah meningkatkan sistem kemudi, meskipun dengan mengorbankan cengkraman roda belakang," jelas Meregalli.

Kemudian di Sirkuit Assen, Belanda akhirnya Vinales bisa jadi yang tercepat kedua di belakang Quartararo dan memberikan harapan baru untuk Yamaha. Namun sayangnya Top Gun tak puas dan memutuskan untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat dari waktunya.

>>> Vinales Bertekad Jadi yang Tercepat di MotoGP Belanda

Gambar menunjukan Vinales

Tak bahagia jadi salah satu penyebabnya

Sang Ayah Klam Maverick Vinales Tak Bahagia di Yamaha

Ayah Vinales, Angel Vinales menyebut keputusan perpisahan dengan Yamaha dilakukan bersama walaupun sebenarnya produsen berlogo Garpu Tala itu tidak ingin melepas Vinales.

Selain itu menurut sang ayah, ada alasan kenapa putranya tidak puas dengan kondisinya di Yamaha saat ini. Salah satunya karena karakteristik motor Yamaha YZR-M1 hanya cocok digunakan oleh Jorge Lorenzo dan Fabio Quartararo.

Selain faktor teknis, ada juga aspek emosional yang membuat Maverick Vinales tidak bahagia di Yamaha. Angel menambahkan bahwa kondisi Vinales berbeda saat berada di rumah dan di sirkuit balap.

“Maverick pergi karena dia tidak bahagia. Ada momen ketika dia sangat senang berada di rumah bersama putrinya, sementara itu tidak terjadi di sirkuit balap karena sepeda motornya. Dia selalu berpikir masalah apa yang akan saya hadapi hari ini?” kata Angel.

>>> Nih Komponen Mobil yang Bisa Diperiksa Sendiri saat PPKM Darurat

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top