Bos Tim F1 Mercedes dan Red Bull Berebut Kursi Pebalap di Williams

01/09/2021

Event - Promosi

3 menit

Share this post:
Bos Tim F1 Mercedes, Toto Wolff dan bos Red Bull, Christian Horner dikabarkan sedang memperebutkan kursi pebalap di Williams untuk musim balap F1 2022.

Toto Wolff dan Christian Horner dikabarkan sedang bersaing keras untuk menentukan pebalap yang akan memperkuat tim Williams Racing untuk musim depan. Keduanya memiliki kandidat masing-masing untuk memperkuat tim asal Inggris tersebut.

Saat ini, tim Williams Racing F1 masih diperkuat oleh George Russell dan Nicholas Latifi, namun kontrak mereka akan habis di akhir musim ini. Sejauh ini belum ada sinyal perpanjangan kontrak untuk keduanya dari Williams.

Gambar George Russell

George Russell makin santer diberitakan untuk merapat ke tim Mercedes-AMG Petronas F1 musim depan

Apa Kepentingan Dua Bos Tim Ini?

Memang terdengar aneh saat dua bos dari tim balap yang berbeda berusaha untuk merecoki susunan pembalap di tim lainnya. Tetapi aksi ini sangat berhubungan dengan masa depan tim masing-masing.

>>> Duh! Bos Mercedes F1 Diduga Terlibat Persekongkolan

Toto Wolff, bos tim Mercedes-AMG Petronas F1 menginginkan Nyck de Vries dan Stoffel Vandoorne untuk mengisi posisi pebalap tim Williams. Sedangkan Christian Horner, bos tim Red Bull Racing memilih Alex Albon.

Gambar Alex Albon

Red Bull masih mencari lowongan untuk Albon di F1

Vandoorne dan de Vries merupakan pebalap Formula E untuk tim Mercedes-EQ, tentu Wolff menginginkan para pebalap muda Mercedes ini mendapatkan jam terbang di ajang paling bergengsi dengan harapan suatu saat salah satu di antaranya dapat memperkuat tim F1 mereka.

Saat ini Mercedes memang sedang mempersiapkan pebalap muda bertalenta untuk menggantikan Lewis Hamilton saat sang juara dunia memutuskan untuk pensiun di akhir masa kontraknya.

Gambar Formula E

Resmi mundur dari Formula E, Mercedes ingin para pembalap Formula Listrik mereka untuk pindah ke F1

Alex Albon merupakan pebalap dari akademi Red Bull yang kini sedang membalap untuk mereka di ajang DTM (Deutsche Tourenwagen Masters). Horner ingin memberi kesempatan kedua untuk Albon yang sebelumnya sudah pernah di F1 namun gagal untuk bersaing dengan pebalap Red Bull lainnya.

>>> Formula E Jakarta Dijadwalkan Dihelat Tahun Depan

Kedua bos ini ingin menempatkan pebalap pilihan mereka ke salah satu tim F1 agar sewaktu-waktu mereka dapat dipindahkan ke tim utama tanpa butuh banyak adaptasi untuk memperlihatkan performa terbaiknya.

Siapa Kandidat Terbaik Untuk Williams?

Sebenarnya ketiga pebalap memperlihatkan performa yang cukup baik di ajang motorsport masing-masing yang sedang mereka geluti. Seperti yang pernah kami beritakan, Nyck de Vries baru saja meraih gelar juara dunia di Formula E.

Gambar Nyck de Vries

Setelah memenangkan gelar juara dunia Formula E, nama de Vries mulai diperhitungkan kembali

Sedangkan Stoffel Vandoorne yang saat ini menjadi rekan setim pebalap asal Indonesia, Sean Gelael juga tampil cukup baik di ajang balap ketahanan. Mereka saat ini sedang berada di puncak klasemen untuk kelas LMP2.

Dan Alex Albon juga tampil cukup baik saat membawa Ferrari 488 GT3 di ajang DTM untuk tim AF Corse. Ia berada di posisi keempat klasemen DTM di tahun pertamanya.

Di antara ketiganya, tentu Nyck de Vries menjadi kandidat paling potensial mengingat dirinya baru saja memenangkan ajang Formula listrik. Namun, ia jadi satu-satunya kandidat pebalap yang sama sekali belum punya pengalaman membalap di F1.

>>> Juara Dunia Formula E Keturunan Indonesia Diam-diam Ditaksir Tim F1

Tetapi, melihat performa Albon dan Vandoorne saat di F1, kami merasa bahwa mengambil risiko untuk memilih de Vries mungkin bisa jadi opsi terbaik. Mengingat Williams Racing belum tertarik bersaing untuk gelar juara.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top