Aturan Ganjil Genap di Jakarta Masih Ditiadakan Hingga PSBB Usai

22/05/2020

Event - Promosi

3 menit

Share this post:
Aturan Ganjil Genap di Jakarta Masih Ditiadakan Hingga PSBB Usai
Dalam 2 pekan terakhir volume lalu lintas di Jakarta terlihat meningkat. Meski begitu, pihak kepolisian masih meniadakan aturan ganjil genap hingga PSBB usai.

Peniadaan aturan ganjil genap di Ibu Kota Jakarta masih diperpanjang. Perpanjangan peniadaan aturan ganjil genap Jakarta ini diberlakukan seiring dengan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diteruskan hingga 4 Juni 2020. 

Padahal dalam beberapa hari terakhir, lalu lintas di Jakarta terbilang padat. Beberapa ruas jalan terlihat macet lantaran volume kendaraan meningkat. 

Peniadaan Ganjil Genap Masih Dilanjutkan

>>> Toyota Serius Pelajari Raize untuk Dibawa ke Indonesia

Tapi hal tersebut tak lantas membuat aturan ganjil genap kembali berlaku. Disebutkan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda AKBP Fahri Siregar, peningkatan volume kendaraan ini masih wajar dan sehingga belum perlu untuk memberlakukan ganjil genap dalam waktu dekat.

Pengawasan PSBB

Pengawasan PSBB masih terus dilakukan

"Berdasarkan data yg kami miliki dari kamera E-TLE, kamera E-TLE ini kan bisa mendeteksi jumlah volume kendaraan melintas, jumlah kendaraan memang masih ada peningkatan 2 minggu terakhir ini dibanding sebelumnya," ungkap Fahri dalam video conference dengan awak media, Jumat (22/5/2020). 

"Volume kendaraan ini masih lumrah untuk bisa dikatakan tidak diperlukan ganjil genap. Sehingga untuk ganjil genap kita masih perpanjang sampai dengan masa PSBB ini," lanjut Fahri. 

>>> Selama 37 Hari, Ditlantas Polda Metro Jaya Catat 70.448 Pelanggar PSBB

Peniadaan ganjil genap di Jakarta merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona. Masyarakat diminta untuk menggunakan kendaraan pribadi agar tak berdesak-desakan di transportasi umum serta mengurangi potensi penyebaran virus corona. 

Untuk itu penggunaan kendaraan pribadi didorong disertai dengan peniadaan ganjil genap. 

Pengecekan PSBB Juga Belum Dilonggarkan

Kendaraan pribadi memang masih diizinkan melintas di Jakarta asal mengikuti aturan PSBB. Dalam aturan PSBB, warga yang mengendarai kendaraan pribadi diwajibkan menggunakan masker. 

Aturan berkendara selama masa PSBB

Aturan berkendara selama masa PSBB

Kapasitas penumpang pun harus sesuai dengan aturan. Untuk mobil berkapasitas 7 penumpang maka mobil maksimal hanya boleh diisi 4 orang dengan posisi satu di bagian sopir, dua penumpang di baris kedua, dan satu penumpang di baris ketiga. 

>>> Berita aktual lainnya terkait otomotif ada disini

Sementara untuk mobil sejenis hatchback yang dapat memuat 5 orang, maksimal hanya boleh mengangkut 3 orang dengan posisi satu orang sopir di depan dan dua orang penumpang di belakang. 

Polisi

Beberapa titik pengecekan PSBB

Pihak kepolisian juga sudah menyiapkan sejumlah titik untuk melakukan pengawasan kepada pengendara yang melanggar. 

"Jadi kita memiliki check point 33, sedangkan pos pantau 34. Wilayah penyangga total sebanyak 47. Untuk pos pantau dan check point psbb, tugasnya adalah pengawasan PSBB. Pemprov DKI memperpanjang PSBB, jadi otomatis pos pantau dan check point ini akan berakhir pada 4 Juni 2020 kecuali nanti diperpanjang lagi," pungkas Fahri.

>>> Pilihan mobil bekas yang paling lengkap ada disini

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Jumlah Wisatawan ke Kawasan Puncak Selama PSBB Masih Tinggi

18/05/2020

Event - Promosi

5 menit

Polisi memaksa putar balik ratusan kendaraan wisatawan yang mengaku akan jalan-jalan ke kawasan Puncak selama masa PSBB. Bagi yang membandel akan kena sanksi.

Lihat juga

Anies Tegaskan Ojol Dilarang Angkut Penumpang Selama Masa PSBB di Jakarta

14/04/2020

Event - Promosi

3 menit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menegaskan bahwa ojek online dilarang untuk mengangkut penumpang sesuai dengan aturan PSBB yang dirilis Menkes.

Lihat juga

Jokowi soal PSBB: Jalanan Sepi tapi di Kampung Ramai

08/05/2020

Event - Promosi

4 menit

Presiden Joko Widodo menyebut aturan PSBB membuat sejumlah jalanan sepi tetapi justru keramaian ditemukan di perkampungan sekitar tempat tinggal warga.

Lihat juga

Pengemudi Mobil Pribadi Langgar PSBB Jakarta: Denda Rp 1 Juta sampai Diderek

12/05/2020

Event - Promosi

3 menit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub soal sanksi terhadap pelanggar PSBB. Pengendara mobil pribadi yang melanggar akan didenda dan diderek.

Lihat juga
 
back to top