Alfa Romeo Racing: Nama Baru Sauber F1 Team Pembawa Nilai Historis Sekaligus Pertegas Koneksi dengan Ferrari

08/02/2019

Event - Promosi
Share this post:
Alfa Romeo Racing: Nama Baru Sauber F1 Team Pembawa Nilai Historis Sekaligus Pertegas Koneksi dengan Ferrari
Hadirnya Alfa Romeo Racing menggantikan nama Sauber F1 Team menandai dua hal penting dalam dunia Formula 1.

Untuk Anda (termasuk kami) yang sangat gemar menyaksikan Formula 1, pasti cukup mengenal nama Sauber F1 Team. Ya, nama tim balap Formula 1 yang memulai debut pada GP Afrika Selatan 1993 ini adalah salah satu tim yang konsisten hadir dan tidak pernah absen dari ajang balap F1 sampai saat ini, sekalipun secara mayoritas hanya berperan sebagai tim balap papan tengah.

Deretan mobil balap Sauber F1 Team

Deretan mobil balap Sauber F1 Team selama berlaga di balap Formula 1

Tim balap F1 yang bermarkas di Hinwil, Swiss, ini memulai jejak di F1 dengan berkolaborasi bersama Mercedes-Benz (1993-1994), menjadi tim balap konsumen Ford (1995-1996) dan Ferrari (1996-2005), serta mencapai puncak saat menjadi tim pabrikan BMW dengan nama BMW Sauber F1 selama musim balap 2006-2009. Setelah BMW memutuskan hengkang dari F1, Sauber kembali lagi menjadi tim balap independen yang menggunakan mesin Ferrari sampai saat ini.

>>> Mengupdate harga mobil Mercedes-Benz terbaru dan terlengkap di sini

Secara kepemilikan dan struktur organisasi, tim balap yang awalnya dimiliki sepenuhnya oleh Peter Sauber selaku founder sudah berpindah tangan ke Longbow Finance S.A, firma investasi asal Swiss. Namun secara sponsorship, di tahun 2018 Sauber memiliki Title Sponsor, yakni Alfa Romeo, yang notabene adalah salah satu pemula alias ‘pemain muka lama’ di kancah dunia balap F1.

Dan memasuki musim balap 2019, kerjasama antara Alfa-Romeo dan Sauber F1 Team semakin intens. Hal ini dibuktikan dengan pergantian nama tim balap menjadi Alfa Romeo Racing, sekaligus menanggalkan nama Sauber yang sudah melekat pada tim balap ini selama 25 tahun terakhir.

Nama Sauber F1 Team berganti menjadi Alfa Romeo Racing

Identitas Alfa Romeo Racing menggantikan Sauber F1 Team

“Sebuah kebanggaan bagi kami untuk mengumumkan partisipasi kami pada Formula One World Championship 2019 dengan nama tim Alfa Romeo Racing. Berawal dari kolaborasi dengan Alfa Romeo sebagai Title Sponsor di musim 2018, tim kami mendapatkan progress fantastis dari segi teknis, komersial, dan sporting. Hal ini memberikan semangat lebih kepada team member, baik yang bertugas di trek balap maupun kantor pusat kami di Swiss, karena kerja keras mereka tercermin dari hasil raihan kami. Kami bertujuan untuk terus mengembangkan setiap sektor di tim kami, di saat bersamaan tetap mengedepankan passion di dunia balap, teknologi dan desain untuk mendorong kami ke depannya,” jelas Frederic Vasseur, Team principal Alfa Romeo Racing.

>>> Baca juga: Selebrasi Ultah Michael Schumacher, Museo Ferrari adakan Michael 50

Pergantian nama Alfa Romeo Racing dari sebelumnya Alfa Romeo Sauber F1 Team memang bukanlah hal yang mengejutkan. Sudah ada banyak sinyalemen terjadi di Sauber yang pada musim balap F1 2018 lalu menduduki klasemen konstruktor ke-8 ini. Dan jika diperhatikan, ada dua hal penting yang menurut kacamata Cintamobil.com membuat Alfa Romeo Racing menjadi entitas tim balap yang menarik, sekaligus memiliki kans memenggoyang segmen persaingan tim papan tengah untuk musim balap F1 tahun ini.

Selalu Ada Jalan Kembali ke F1

Selama ini nama Ferrari memang sudah melekat sebagai tim balap pabrikan yang paling ‘setia’ dengan ajang balap F1. Tapi tahukah Anda jika Ferrari tidak akan bisa menjadi tim balap (termasuk pabrikan) sukses jika tanpa ada campur tangan Alfa Romeo?

Debut Alfa 1910 dengan warna hitam putih

Pengenalan awal Alfa sebagai brand mobil di Italia

Oke, mari kita putar mesin waktu ke tahun 1910. Pada 24 Juni 1910, Anonima Lombarda Fabbrica Automobili (A.L.F.A) lahir sebagai salah satu pabrikan otomotif yang sudah melahirkan mobil pertama, Alfa 24 HP yang didesain Giuseppe Merosi. Nama A.L.F.A berganti menjadi Alfa Romeo sejak tahun 1915, dimana  nama ‘Romeo’ didapat dari Nicola Romeo, yang mengambil kontrol Alfa Romeo di tahun tersebut.

Kembali ke Alfa 24 HP, mobil ini sudah digunakan pada ajang motorsport Targa Florio di tahun 1911. Selama era pre-war, tercatat Alfa Romeo sudah mencicipi balap legendaris seperti Mille Miglia, Targa Florio, dan Le Mans. Prestasi gemilang Alfa Romeo dicatat pada saat memenangi GP World Championship 5 kali juara dunia di tahun 1925 dengan Alfa Romeo P2.

>>> Mungkin Anda tertarik: Review Ferrari F12berlinetta 2012: Raungan Mesin Yang Buat Bulu Bergidik

Kegiatan balap Alfa Romeo di masa Pre War

Deretan milestone Alfa Romeo di dunia balap era 1920-1930 akhir

Pada masa era pre-war tersebut, Enzo Ferrari pernah bergabung dengan Alfa Romeo sebagai pembalap di tahun 1920 dan membentuk Scuderia Ferrari sebagai ‘divisi balap’ Alfa Romeo sejak 1929 hingga 1933 yang berisikan pembalap superstar seperti Giuseppe Campari dan Tazio Nuvolari. Namun romantisme Enzo Ferrari berakhir dengan Alfa Romeo di 1939, dimana akhirnya Enzo Ferrari berjalan sendiri dengan Scuderia Ferrari, yang pada akhirnya menjadi rival Alfa Romeo.

Memasuki tahun 1950, ajang balap Formula 1 memulai gelaran musim perdana yang memikat para pabrikan otomotif dan tim balap berlaga di ajang balap Ini. Alfa Romeo dan Ferrari sama-sama menjadi tim balap pertama yang debut di musim pertama F1. Namun soal keberhasilan, Alfa Romeo boleh berbangga diri karena menjadi tim balap pertama yang mendominasi sekaligus menjadi juara F1 1950 dan 1951.

>>> Ingin membeli mobil baru atau bekas? Dapatkan daftarnya di sini

Era Awal Formula 1 Alfa Romeo 1950

Awal bergulir ajang balap Formula 1 didominasi oleh Alfa Romeo selama dua musim berturut-turut

Pada musim 1950, total enam Grand Prix yang diselenggarakan di musim tersebut dimenangkan Giuseppe Farina (3 kali) dan Juan Manuel Fangio (3 kali) dengan Alfa Romeo 158, yang mana untuk gelar Juara Dunia F1 musim 1950 dimenangkan Giuseppe Farina dengan selisih poin 3 dari rival satu tim-nya. Di tahun 1951, giliran Juan Manuel Fangio yang berhasil menjadi Juara Dunia F1 musim 1951 bersama Alfa Romeo 'Alfetta' 159. Namun sayang, alasan finansial dan kontrol Alfa Romeo di bawah pemerintah italia mengakibatkan tim balap ini harus pamit di tengah kesuksesannya saat itu. 

Comeback Tim balap Alfa Romeo

Alfa Romeo comeback sebagai tim pabrikan di tahun 1979 hingga 1958

Alfa Romeo pun akhirnya comeback di tahun 1979 hingga 1985 sebagai tim balap pabrikan F1. Hanya saja, prestasinya tidak bisa dikatakan impresif karena hanya sukses meraih pole position sebanyak 2 kali, podium ketiga sebanyak 3 kali, posisi runner up dua kali, dan satu kali fastest lap.  

Prestasi 'biasa-biasa' ini yang mengakibatkan Alfa Romeo memilih jalan sebagai pemasok mesin tim balap F1, yang dilakukan pada era 1960 sampai menjelang akhir 1970 bersama beberapa tim balap F1 ‘kecil’ seperti  Scuderia Serenissima, Isobele de Tomaso, Otelle Nucci, Mike Harris, dan Sam Tingle. Untuk akhir musim balap 1970, mesin Alfa Romeo sempat digunakan oleh McLaren, dimana tahun selanjutnya digunakan oleh tim March.

>>> Dapatkan berita dan event otomotif terbaru hanya di Cintamobil.com

Alfa Romeo Brabham F1 Team

Aksi Niki Lauda di atas Brabham BT46B

Baru di tahun 1976-1979 menjadi puncak kejayaan Alfa Romeo sebagai pemasok mesin tim balap F1, dimana di tahun 1978 menjadi juara ketiga klasemen konstruktor dengan total 53 poin. Di tahun ini pula, tim Brabham melakukan terobosan dengan ‘mobil kipas’ Brabham BT46B, yang diperkenalkan pada seri GP Swedia 1978 dan dimenangi oleh Niki Lauda, leader Driver Brabham yang juga memegang status sebagai juara dunia F1 dua kali pada musim balap tersebut. Mobil balap ini hanya bertahan 1 kali balapan saja, karena diprotes oleh tim balap F1 lain yang mengakibatkan inovasi ini dilarang oleh FIA sebagai induk F1.

Alfa Romeo pun pada akhirnya hengkang dari F1 di tahun 1980, dan kembali sebagai konstruktor untuk Osella selama musim balap 1983 hingga 1987. Hasilnya sudah bisa ditebak, gagal total.

Alfa Romeo Sauber F1 Team

Aksi Alfa Romeo Sauber F1 Team di atas trek balap pada musim balap F1 2018

Proses ‘putus nyambung’ antara Alfa Romeo dan F1 akhirnya mencapai titik baru, untuk saat ini, kala Alfa Romeo menjadi Title Sponsor dari Sauber F1 Team untuk musim balap 2018. Berbekal input teknis Alfa Romeo, support mesin Ferrari dengan spek yang sama persis digunakan pada tim Scuderia Ferrari di musim tersebut, tim balap ini meraih hasil cukup baik dengan posisi klasemen konstruktor ke-8 dengan poin 53.

>>> Baca juga: Review Ferrari F430 2004 Indonesia

Mimpi Besar FCA Kibarkan ‘il Tricolore’ di Formula 1

Sempat menjadi rival berat di awal gelaran ajang Formula 1, bisa dikatakan hubungan antara Alfa Romeo dan Ferrari akhirnya menjadi mesra semenjak Alfa Romeo berada di bawah Fiat per tahun 1986, yang notabene juga merupakan induk dari Ferrari. 

Scuderia Ferrari Kimi Raikkonen SF70H

Logo Alfa Romeo hadir di bodi mobil balap Scuderia Ferrari SF70H yang dikemudikan Kimi Raikkonen

Kemesraan ‘Quadrifoglio’ dan ‘Il Cavallino Rampante’ semakin dipertegas dengan perkenalan Alfa Romeo lewat penyematan logo pabrikan mobil ini di badan mobil balap Scuderia Ferrari sejah tahun 2015 sampai 2017. Untuk musim balap 2018, logo yang digunakan untuk mewakili koneksi Alfa Romeo dan Ferrari adalah logo Quadrifoglio di area bodi mobil Ferrari SF71H, dan logo pabrikan Alfa Romeo berada di mobil Sauber C37.

Memasuki tahun 2019, seperti sudah kami sebutkan di awal, bahwa Alfa Romeo akan comeback melalui tim balap Alfa Romeo Racing yang merupakan nama baru dari Sauber F1 Team. Keputusan ini bisa dibilang tidak terlalu mengejutkan, karena sudah ada beberapa ‘kode’ terjadi antara kedua entitas motorsport Italia ini pada musim balap 2018.

Duet Alfa Romeo Sauber F1 Team dan Scuderia Ferrari

Musim F1 2018 Sauber menggunakan spesifikasi mesin yang sama digunakan Ferrari

Pertama adalah bentuk kerjasama antara Alfa Romeo dan Sauber yang tidak hanya sekedar menjadi sponsor utama. Alfa Romeo sendiri berbekal koneksi FCA (Fiat Chryler Automobile) memungkinkan Sauber bisa memakai spek mesin Ferrari yang sama persis digunakan Scuderia Ferrari di musim balap 2018. Engineer sekaligus Chief Designer Scuderia Ferrari, Simone Resta, juga berlabuh ke Sauber di pertengahan musim 2018 untuk mengisi posisi sebagai Technical Director dan mengepalai project mobil balap F1 Sauber untuk berlaga di musim balap 2019.

Tige Pembalap Ferrari Jebolan Sauber

Kimi Raikkonen, Felipe Massa, dan Sebastian Vettel memulai debut balap F1 pertama kali bersama Sauber

Kedua, pembalap top star Ferrari di ajang balap F1 era millenium melakukan debut balap pertama kali dengan tim Sauber. Mulai dari Kimi Raikkonen di tahun 2001, Felipe Massa di tahun 2002, Sebastian Vettel yang menariknya hanya sekali balapan bersama Sauber di GP USA 2007. 

>>> Baca juga: [INFOGRAFIK] Selamat Ulang Tahun, Michael Schumacher, Sang Legenda Hidup Formula 1

Bahkan untuk musim balap F1 2019, salah satu pembalap Alfa Romeo Sauber F1 Team yakni Charles Leclerc dipromosikan menjadi pembalap utama Scuderia Ferrari musim balap 2019 menemani Sebastian Vettel. Sedangkan posisi kosong Charles Leclerc diisi oleh Kimi Raikkonen, pembalap Ferrari terakhir yang meraih gelar juara dunia di tahun 2007 dan sudah berbakti kepada skuad Maranello sejak musim balap 2007-2009 dan 2014-2018.

Kimi Raikkonen Simone Resta mengikuti sesi tes sauber

Simone Resta berkomunikasi dengan Kimi Raikkonen usai sesi test drive Sauber C37 di akhir 2018

Pergantian nama Alfa Romeo Racing, pasokan mesin Ferrari spek terbaru, susunan pembalap Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi  yang sama-sama memiliki koneksi kuat dengan Ferrari, termasuk proses perancangan mobil balap sudah dikepalai ex-Chief Designer Ferrari. Apakah sinyalemen ini menandakan positioning Alfa Romeo Racing sebagai ‘Team-B’ Ferrari di musim balap 2019?

Jika berdasarkan analisis Cintamobil.com, hal ini sangat mungkin terjadi karena beberapa alasan. Dimulai dari posisi managerial Alfa Romeo (FCA Group) dan Ferrari masih berada dalam di bawah kendali Exor, sebuah holding company yang dimiliki oleh John Elkann yang notabene masih menjadi Chairman FCA Group. Secara tidak langsung baik tim Alfa Romeo Racing dan Scuderia Ferrari memiliki pendanaan biaya yang sama di bawah Exor.

Investasi FCA dan Ferrari di bawah EXOR

EXOR menjadi sumber pendanaan utama FCA Group dan Ferrari

Di sisi lain, Alfa Romeo dan Ferrari sama-sama sedang memperbesar investasi di bidang motorsport. Berdasarkan informasi dari Autobild Jerman, Alfa Romeo membayar sekitar US$ 6 juta untuk mengganti nama Sauber F1 Team menjadi Alfa Romeo Racing, dengan opsi pembelian tim secara keseluruhan oleh FCA Group. Dari sisi Ferrari juga sedang dalam perencanaan untuk meningkatkan budget operasional untuk tim balap Scuderia Ferrari di musim balap 2019.

Dan terakhir adalah strategi pengembangan yang saling berkaitan. Bisa dikatakan F1 saat ini sudah mengenal bentuk kolaborasi tim balap ‘senior-junior’ seperti Red Bull F1 dan Scuderia Toro Rosso yang saling berkaitan di bawah kendali Red Bull, dan tergolong sukses dalam mencetak pembalap (Max Verstappen) dan persiapan pergantian konstruktor dari Renault (TAG Heuer) ke Honda.

>>> Baca juga: Spesifikasi Renault Koleos 2017 Indonesia: SUV Premium yang Hadirkan Ekslusivitas

Ferrari Driver Academy Charles Leclerc

Charles Leclerc salah satu pembalap binaan Ferrari Driver Academy yang sudah dipromosikan jadi pembalap Scuderia Ferrari musim balap 2019

Jika membaca pattern pembalap Sauber dan Ferrari, maka Alfa Romeo Racing berpotensi menjadi tim junior Scuderia Ferrari untuk melatih pengalaman para pembalap binaan Ferrari yang ada di Ferrari Driver Academy. Sebagai gantinya, proses R&D yang diperlukan oleh Alfa Romeo Racing bisa dilakukan oleh Ferrari untuk mereduksi biaya R&D tim balap papan tengah ini.

Alfa Romeo Racing adalah nama baru dengan sejarah panjang di Formula Satu. Kami bangga bekerja sama dengan Sauber dalam membawa tradisi keunggulan teknis Alfa Romeo dan spirit Italia ke puncak motorsport. Jangan salah: dengan Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi di satu sisi dinding pit dan keahlian Alfa Romeo dan Sauber di sisi lain, kami di sini siap untuk bersaing,” yakin Michael Manley, CEO FCA Group.

Saat ini Alfa Romeo Racing sudah mengumumkan jadwal debut mobil mereka untuk tahun ini, yakni di tanggal 18 Februari 2019 mendatang. Apakah hasil balap mereka akan secemerlang pada saat musim balap 2018? Mari kita tunggu aksi tim balap yang satu ini di F1 musim balap 2019.

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:

Berita lain

Ini Dia Deretan Mobil Ferrari yang Menginspirasi Lahirnya Ferrari Icona

25/09/2018

Mobil baru

Ferrari memperkenalkan edisi spesial ‘Icona’ yang diproduksi khusus untuk menghormati tradisi dan legenda Ferrari lawas, namun diberikan sentuhan teknologi dan performa mesin Ferrari modern.

Lihat juga

Kondisi Marchionne Memburuk, Ferrari & FCA Rombak Pucuk Pimpinan

25/07/2018

Pasar mobil

Ketiga sosok pemimpin Ferrari dan FCA (Fiat Chrysler Automobiles) masa kini, yang siap melanjutkan perjalanan Sergio Marchionne sebagai pucuk pimpinan pabrikan otomotif Italia-Amerika ini.

Lihat juga

Selebrasi Ultah Michael Schumacher, Museo Ferrari adakan Michael 50

05/01/2019

Event - Promosi

Rayakan kesuksesan pembalap F1 paling sukses sepanjang perjalanan Ferrari, Museo Ferrari adakan eksebisi yang menampilkan momen-momen dan karya Michael Schumacher terhadap perjalanan The Prancing Horse.

Lihat juga

Review Ferrari F430 2004 Indonesia

05/02/2019

Editor rate:

Di tengah kejayaan tim Scuderia Ferrari di kancah Formula 1 pada era Michael Schumacher, Ferrari melahirkan V8 Mid-Engine sports car yang menjadi suksesor dari 360 Modena. Seperti apakah salah satu model Ferrari yang proses pengembangan dikerjakan oleh Juara Dunia F1 7 kali ini?

Lihat juga

Review Ferrari Portofino 2019

22/08/2019

Editor rate:

Memiliki Ferrari bagi sebagian besar car enthusiast identik dengan sports car yang membutuhkan skill berkendara intens. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena pabrikan asal Maranello ini juga terkenal dengan mobil grand tourer yang sangat mudah dikendalikan dan dinikmati di jalanan urban, namun tetap mampu menunjukkan sisi liar-nya saat dibutuhkan. Rasa inilah yang akan Anda dapatkan saat berada di balik kemudi Ferrari Portofino 2019.

Lihat juga